Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Featured Posts

Selasa, 16 April 2013

Tips psikotes dalam menggambar pohon


GambarSeringkali kita mengikuti suatu psikotes dalam rangka tes kerja. Pohon apa yang kita gambar, tentu mencerminkan bagaimana kepribadian kita. Berikut ini saya akan mencoba berbagi tentang apa arti pohon yang Anda gambar tersebut.
Analisa ini berdasarkan Peneliti Jonathan Rich, Ph.D
 1.Pohon anda terletak di mana pada bidang kertas?
* Di tengah
Anda praktis dan rendah hati. Sama seperti anda yang memilih di bagian tengah, anda juga menerapkan pendekatan jalan tengah. Anda menangani masalah-masalah dengan sikap mengharapkan yang terbaik dan membayangkan yang terburuk. Dengan cara ini anda siap dengan apapun yang terjadi.
* Di bagian bawah
Anda lebih suka melakukan riset terlebih dulu sebelum memutuskan apakah anda merasa yakin atau pesimistik akan sebuah solusi, ini disebabkan bagian bawah dari pertengahan halaman melambangkan pendekatan hidup yang membumi.
 * Tinggi di atas
Anda melihat hikmah dari semua masalah. Semakin tinggi letak pohon anda menunjukkan sikap anda yang semakin tinggi dalam memandang hidup. Kendati pun hal-hal terjadi tidak seperti yang anda inginkan, anda memandangnya sebagai pengalaman pembelajaran.
2. Batang pohon seperti apa yang anda gambar?
* Lebar
Batang pohon melambangkan kekuatan emosional. Batang lebar berarti anda bisa tetap tenang dan tidak mudah marah. Anda pusat ketenangan di tengah badai. Pendirian anda juga kuat.
* Ramping
Anda fleksibel dan terbuka dengan pandangan-pandangan atau pendapat orang lain. Anda juga sensitif dan banyak empati untuk masalah orang lain.
* Pohon bercabang di puncak
Anda terpecah di antara beberapa pilihan hidup saat ini
3. Berapa tinggi pohon anda?
* Lebih dari setengah tinggi kertas
Menggambar pohon lebih tinggi menunjukkan hasrat untuk mencapai prestasi yang tinggi dalam hidup. Anda juga dermawan dalam soal uang. Dan dalam bekerja anda seksama serta men cek ulang untuk memastikan anda bekerja dengan baik.
* Tinggi pohon kurang dari setengah tinggi kertas
Anda puas dengan hidup ini apa adanya.anda juga hemat dan sangat efisien.
4. Pohon anda terletak di mana?
* Di tanah
Anda mendambakan rasa aman dan stabilitas. Anda menyukai kehidupan keluarga dan lebih suka pekerjaan di mana anda bisa bertahan bertahun-tahun.
* Di pot
Anda sangat sibuk bekerja sepanjang waktu. Anda senang berpergian dan bertualang, serta mengenal orang-orang baru dan tempat-tempat baru.
* Di puncak gunung
Anda mendambakan perhatian dan senang menjadi pusat perhatian. Anda adalah entertainer alamiah dan komunikator ulung yang membuat orang tertarik pada anda.
* Melayang di awang-awang (tidak ada dasarnya)
Anda impulsif dan spontan. Anda sangat mudah menjadi senang jika sesuatu mengilhami anda.
 * Di pulau
Anda memerlukan banyak waktu untuk menyendiri untuk mengisi ulang energi anda, juga membantu anda untuk menemukan solusi dari masalah anda
5. Apakah pohon anda mempunyai dahan?
* Ya
Anda adalah orang yang berorientasi pada otak kiri. Dalam survei-survei, dahan-dahan digambar oleh orang yang logis dan analitis. Anda jarang kehilangan kesabaran karena anda terlalu sibuk memikirkan solusi rasional untuk semua masalah yang muncul.
* Tidak
Jika anda hanya menggambar kerangka dasar pohon, berarti anda dikuasai oleh otak kanan yang intuitif. Anda mengikuti instink-instink anda dalam segala sesuatu, mulai dari menerima pekerjaan sampai berteman dengan orang baru. Dan biasanya anda benar.

6. Pohon anda condong ke arah mana?
* Ke kiri
Anda cenderung memendam apa yang anda pikirkan. Sikap anda konsevatif dan introvert. Anda tidak menyukai guncangan-guncangan . Meskipun anda tidak setuju anda akan menyimpannya untuk diri sendiri.
* Ke kanan
Anda berorientasi pada aksi.anda akan mengatakan apa yang anda pikirkan kendatipun bertentangan dengan pandangan-pandangan orang lain.
* Lurus
Anda berada di tengah antara memendam perasaan-perasaan anda dan mengungkapkannya. Jadi anda cenderung memilih perang dengan diri anda. Anda akan bicara hanya jika masalah itu benar-benar penting untuk anda.

7. Apakah anda menggambar akar?
* Ya
Akar melambangkan keluarga dan sejarah, berarti masa lalu penting bagi anda. Anda menganggap itulah dasar dari siapa anda saat inidan membantu anda memahami diri sendiri secara lebih baik anda menyukai tradisi keluarga, resep-resep yang diturunkan dari ibu, juga pusaka/peninggalan dari keluarga anda.
* Tidak
Anda fokus pda masa depan. Anda mandiri dan senang menciptakan tradisi-tradisi baru. Anda belajar lebih banyak tentang diri anda dengan merasakan situasi-situasi baru dan bertemu dengan orang-orang baru.

8. Apakah pohon anda lebih didominasi daun (bagian daun lebih dominan) ?
* Ya
Anda adalah pemikir yang dalam. Studi-studi menunjukkan daun melabangkan pemikiran. Orang-orang yang menggambar daun adalah orang yang selalu memikirkan apa saja. Selain membuat anda suka merenung dan introspeksi, sifat ini juga membuat anda mengambil keputusan dengan hati-hati. Karena anda cenderung melihat manfaat dari semua masalah.
* Tidak
Anda cenderung memandang dunia ini adalah hitam dan putih. Kurangnya daun berarti anda tidak mudah tergoyahkan dengan banyaknya warna abu-abu dari suatu masalah. Anda tidak membuang waktu memusingkan solusi dari sebuah masalah. Anda memilih sevuah rencana aksi dan bergerak ke depan.
 9. Apakan anda menggambar yang lain selain pohon?
* Buah / kacang pada pohon
Yangmembuat anda paling bahagia adalah melihat hasil pekerjaan yang dikerjakan dengan baik.
* Rumput di bawah
Anda punya rumah dimana para tamu mersa disambut baik dan keluarga anda betah tinggal disana, mebuat anda merasa paling damai.
* Ada bunga di bawah pohon
Anda paling bahagia jika dikelilingi kebahagiaan (orang-orang disekitar anda bahagia).
* Ada burung/hewan/ orang di sekitar pohon
Anda cinta pada keluarga dan teman-teman, dan itu adalah kebahagaiaan terbesar anda.
* Ada ayunan di pohon
Anda paling bahagia jika meluangkan waktu untuk bersenang-senang.

Minggu, 17 Maret 2013

Tips yang dapat membantu Anda dalam menghadapi psikotes

Dibawah ini ada beberapa tips yang dapat membantu Anda dalam menghadapi psikotes:

Sebelum Tes
  1. Yakinkan dulu pada diri Anda sendiri apakah posisi/ pekerjaan yang ditawarkan sesuai dengan kemampuan Anda dan juga sesuai keinginan Anda. Pastikan Anda juga mengetahui tentang profile perusahaan yang mengundang Anda. Sehingga Anda yakin bahwa pekerjaan ini benar-benar Anda inginkan.
  2. Pastikan Anda mengetahui lokasi pelaksanaan psikotes tersebut. Mengetahui lokasi tes bahkan pernah melihatnya membuat Anda lebih bisa mengatur waktu Anda dalam proses keberangkatan Anda. Selain itu hal tersebut mengurangi sedikit kekuatiran Anda dalam menghadapi psikotes.
  3. Persiapkan diri Anda, khususnya fisik Anda. Beristirahatlah dengan cukup dan jika Anda sedang tidak sehat usahakan untuk mengatur jadwal psikotes di lain hari dengan perusahaan pemberi kerja. Seringkali ketegangan, kelehan dan kondisi yang tidak sehat akan mempengaruhi kemampuan Anda dalam mengerjakan psikotes.
  4. Pastikan Anda tahu dan mengetahui tentang Curiculum Vitae (CV) yang Anda buat.
  5. Bawalah alat tulis (pensil, penghapus, pena, dll) dan peralatan lain yang diminta.
Saat Tes
  1. Umumnya pada setiap lembar jawaban tes, Anda diminda menuliskan nama atau kode-kode tertentu. Dengarkan petunjuk pengisian identitas dengan seksama, jangan ragu bertanya jika Anda tidak mengerti. Saat Anda diminta menuliskan identitas Anda, mulailah menuliskannya dan jangan menunda-nunda waktu.
  2. Jangan langsung mengerjakan tes sebelum Anda mendapatkan perintah untuk mengerjakan. Dengarkan baik-baik petunjuk pengerjaan tes dari tester/ pengawas tes. Demikian juga petunjuk yang ada di setiap soal tes. Pastikan bahwa Anda mengerti cara pengerjaan, bertanyalah jika Anda merasa bingung dengan cara pengerjaan.
  3. Jangan melihat/ mencontek jawaban orang lain karena akan membuat hasil tes Anda bertentangan dengan kondisi Anda sebenarnya. Selain itu akan mempengaruhi hasil observasi Anda pada saat tes.
  4. Pada tes-tes yang diberitahukan waktunya, kerjakanlah soal-soal yang mudah karena akan memudahkan Anda mengatur waktu Anda dalam mengerjakan.
  5. Pada tes-tes tertentu kerjakanlah dengan kondisi dan keadaan Anda sendiri. Karena hasil tersebut akan menggambarkan kondisi kemampuan serta keadaan Anda.

Sabtu, 09 Maret 2013

Trik untuk tes psikotest

Bagi teman-teman yang sering melamar pekerjaan baik di perusahaan swasta dan BUMN pasti sudah tidak asing lagi dengan psikotes.Psikotes sebagai tahap awal seleksi yang dilakukan oleh perusahaan untuk menguji kemampuan pelamar dan menyeleksi pelamar apakah sesuai dengan kriteria posisi yang akan diisi oleh si pelamar. Jadi dalam psikotes bukan masalah lulus atau tidak lulus tapi lebih menekankan pada kesesuaian kriteria yang dinginkan perusahaan . Hasil psikotes di analisa oleh tim psikologis perusahaan dan menyeleksinya berdasarkan posisi yang akan diisi. Sebelum melaksanakan psikotes disarankan anda untuk :


  1. Mencari tempat refreshing , pergi ke tempat rekreasi yang membuat pikiran anda fresh seperti : jalan-jalan ke pantai, mal, taman.
  2. ketika anda di cermin coba untuk senyum untuk menunjukkan kebahagian. supaya esok hari tidak ngantuk ketika psikotes sebaiknya tidur jam 9 malam.
  3. Esok hari jangan lupa untuk sarapan , berguna untuk energi anda ketika menghadapi psikotes karena pelaksanaan pskikotes biasanya 4-5 jam, tentunya sangat menguras pikiran.


Di dalam psikotes ada beberapa bentuk-bentuk soal yang akan diuji pertama tes menggambar pohon, manusia, orang. Untuk tes ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika anda menggambar yaitu :
  • Arsiran yang tidak dibutuhkan jangan diarsir, jika dibutuhkan boleh diarsir.
  • Jangan biarkan berulang-ulang usahakan satu goresan untuk menunjukkan anda orang yang tidak ragu-ragu.
  • Jangan terlalu telalu tebal dan terlalu tipis.
  • Posisi gambar di tengah, kalau ke kiri (introvert) ke kanan (ekstrovert).
  • Jenis kelamin gambar itu apa ?
  • Apa pekerjaan yang anda gambar ?
  • Umur cantumkan pada gambar (kekanak-kanakan, dewasa, kebapakan).




Untuk yang kedua tes menjumlahkan, pada tes ini peserta diminta menghitung jumlah angka berdekatan dari atas ke bawah dalam satu lembar berisi bolak-balik A1. Tugas peserta adalah menjumlahkan kedua angka yang berdekatan bukan jumlah total keseluruhan. Caranya hasil penjumlahan dari dua angka berdekatan biasanya dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas tergantung perintah soal. Sebagai contoh 8+8=16, maka angka yang ditulis 6 ( bukan 16 atau 1 ) angka terakhir yang dituliskan. Aturan pengerjaan dilakukan secara berurutan dan biasanya penguji memberikan batasan waktu, jadi anda tidak usah terlalu cepat dan terlalu lambat dalam menghitung lakukan dengan konsisten. Karena pada psikotes ini yang diuji adalah daya tahan anda dan konsistensi dalam menyelesaikan pekerjaan. Perkerjaan di kantor pada umunya bersifat monoton jadi anda diuji kualitas kerja ketika anda menghadapi perkerjaan yang monoton. Tips ketika anda salah menjumlahkan jangan mencoba untuk mencoret karena setiap coretan akan dihitung sebagai kesalahan dan ketidaktelitian.



Tes psikotes berikutnya mengenai tes kepribadian sebanyak 225 soal. Isi setiap pilihan dengan konsisten , penguji ingin mengetahui sejauh mana kerjasama dan kepedulian anda dalam tim.Yang terakhir adalah tes warteg anda diberikan sebuah kertas yang terdiri dari delapan kotak segi empat. Setiap kotak segi empat berisi suatu gambar tertentu. Tanda-tanda itu tidak memiliki arti khusus, tetapi melanjutkan gambar yang merupakan sebagian dari gambar tersebut. Gambar yang anda buat terserah anda. Konsentrasi pada instruksi yang diberikan jika belum paham anda dapat bertanya. Sekian dan terimakasih semoga anda sukses dalam mencari pekerjaaan.


Kamis, 26 Januari 2012

Faktor apa yang mempengaruhi hasil psikotes?

PSIKOTES : MENGENAL LEBIH JAUH DAN SEBERAPA BESAR FAKTOR FISIK DAN PSIKOLOGIS MEMPENGARUHI HASILNYA…??

Psikotes bagi sebagian orang adalah sesuatu yang sangat penting dan mendapatkan perhatian lebih dari para calon pesertanya. Begitu mendapatkan panggilan untuk psikotes, banyak orang yang berbondong-bondong membuka situs yang menyajikan topik-topik sekitar psikotes seperti tips dan trik menjalani psikotes, uji coba psikotes gratis, cara lolos psikotes, dan banyak topik psikotes yang lainnya. Banyak juga yang langsung meluncur ke toto-toko buku untuk membeli beberapa buku yang mengulas psikotes. Bagi sebagian besar orang psikotes adalah penentu akhir apakah ia diterima atau tidak pada pekerjaan yang dilamar sehingga sangat penting bagi mereka untuk “mengenal” psikotes lebih jauh. Bahkan bebarapa orang menganggap psikotes sebagai momok yang menakutkan sehingga berharap tidak usah melewati  psikotes dan langsung ke tahap berikutnya. Sebenarnya apakah psikotes itu? Secara operasional psikotes dapat diartikan sebagai serangkaian tes psikologi yang dilakukan untuk tujuan tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya. Maka dalam psikotes terdapat beberapa materi sekaligus seperti tes intelegensi, tes kepribadian dan biasanya dilengkapi dengan observasi, wawancara kerja atau FGD (Focus Group Discussion). Setiap tes selalu memiliki tujuan tertentu, aspek apa saja yang diukur. Hasil dari psikotes ini adalah profile mengenai diri Anda yang sebenarnya. Selanjutnya adalah menyesuaikan antara profile diri Anda dengan Job Des yang dimiliki oleh perusahaan. Apakah profile Anda sesuai dengan karakter tugas pekerjaan yang ditawarkan sehingga Anda bisa bergabung dalam perusahaan tersebut ataukah profile Anda masih belum sesuai dengan karakter dari pekerjaan yang ditawarkan. Kesesuaian ini penting, karena ketika profile Anda match dengan karakter pekerjaan, Anda akan enjoy dalam bekerja dan kinerja Anda akan optimal.  Hal ini jelas selain menguntungkan Anda sendiri dimana Anda merasa happy, cocok dengan pekerjaan, tidak merasa tertekan oleh pekerjaan, merasa nyaman bekerja, juga memberikan keuntungan bagi perusahaan karena dengan menempatkan orang yang tepat jelas akan memperlancar bisnis perusahaan. Ilmu psikologi memang mempelajari tetek bengek mengenai perilaku manusia, maka psikotes dapat menjadi salah satu tool untuk memprediksi kecenderungan perilaku seseorang. Mirip peramal…? Bukan begitu juga, karena sebenarnya psikotes terutama tes kepribadian berupaya membaca karakter, sifat Anda berdasarkan apa yang sedang Anda kerjakan. Di psikologi di kenal adanya alam bawah sadar, nah ketika Anda mengerjakan tes kepribadian, alam bawah sadar Andalah yang sebenarnya bekerja. Dengan melihat respon-respon Anda terbeberlah kecenderungan sifat Anda dan menghasilkan sebuah deskripsi yang akhirnya diserahkan kepada perusahaan. Melihat hal seperti ini sebenarnya tidak ada orang yang ditolak dalam pekerjaan yang ada adalah orang yang belum sesuai dengan karakter pekerjaan yang ditawarkan. Memang tidak ada ijasah atau apapun lah yang melegitimasi seseorang bahwa ketika ia lolos psikotes pada satu perusahaan akan selalu lulus pada psikotes di perusahaan manapun. Walapun alat tes nya sama tapi untuk posisi yang berbeda, cara menyikapi hasil tesnya juga berbeda, semuanya disesuaikan dengan kebutuhan. Well, sebegitu pentingnya ya psikotes? Lalu apa yang perlu diperhatikan ketika kita akan menghadapi psikotes…?
Dua hal penting yang perlu Anda persiapkan ketika menghadapi psikotes adalah kondisi fisik Anda dan kondisi psikologis Anda. Dua hal ini penting Anda persiapkan karena peran keduanya terbilang penting. Kita akan bahas keduanya satu persatu demi pemahaman yang lebih dalam.

  • Faktor fisik.
Faktor ini menyangkut kesiapan fisik Anda menghadapi psikotes seperti kondisi fisik Anda secara umum. Persiapan secara fisik perlu Anda lakukan, karena ketika fisik Anda sedang tidak fit maka kinerja Anda kurang optimal dan hasilnya juga kurang optimal. Hal yang penting untuk diketahui adalah bahwa pengerjaan psikotes membutuhkan fokus, konsentrasi, dan kinerja otak. Maka untuk bisa memenuhi prasyarat tersebut Anda harus dalam kondisi sehat atu fit, tidak sedang sakit atau baru saja melakukan pekerjaan berat. Itulah sebabnya pelaksanaan psikotes perlu dijadwalkan mulai pagi sampai siang atau sore hati dengan memberi waktu istirahat seperlunya ketika psikotes berlangsung. Sebelum pelaksanaan psikotes ada baiknya Anda makan dulu karena tenaga yang digunakan dalam pengerjaan psikotes tidak lah sedikit. Ketika Anda berada dalam kondisi yang kurang fit maka konsentrasi Anda akan mudah beralih, tidak bisa berfikir secara baik bahkan merasa sangat terganggu dengan keluhan sakit yang sedang Anda rasakan. Hal yang kemudian sangat mungkin terjadi adalah Anda menjawab pertanyaan secara asal-asalan, asal mengerjakan. Kalaupun Anda mencoba memanfaatkan sisa-sisa tenaga Anda, sangat mungkin Anda hanya bisa konsentrasi pada awal-wal tes saja, padahal seperti yang telah dijelaskan di atas, psikotes biasanya terdiri dari beberapa materi tes sesuai dnegan kebutuhan. Maka kita sudah bisa menebak apa yang terjadi ketika Anda tidak dalam kondisi fisik yang fit. Mengerjakan asal-asalan dan hasilnya pun tidak optimal dan hasil akhirnya kita juga sudah bisa tebak yaitu buruknya profile yang terdeskripsikan karena memang itulah hasil Anda. Menghadapi hal semacam ini maka Anda sebagai peserta psikotes harus aware dan menyesuaikan kesiapan fisik Anda dengan jadwal psikotes. Jika Anda diminta untuk melaksanakan psikotes ketika kondisi fisik Anda sedang tidak fit, atau Anda baru saja selesai bekerja di shift malam sementara jadwal psikotesnya pagi hari maka Anda perlu mengkomunikasikan hal tersebut kepada pihak perusahaan dengan harapan perusahaan bisa menjadwalkan ulang psikotes Anda. Perusahaan sendiri juga harus aware dengan hal ini karena seperti yang telah dijelaskan bahwa kondisi fisik yang sedang tidak fit memang dapat memberikan pengaruh terhadap hasil dari psikotesnya itu sendiri. Mungkin ada beberapa psikotes yang menjadikan sakit sebagai alasan agar pelaksana psikotes atau perusahaan memaklumi nilainya dan berharap ia bisa dilihat dari factor yang lain. ‘pak, maaf ya hari ini saya sedang sakit, ya mohon nilainya di up lah biar kelihatan lebih baik, lagipula saya sudah pengalaman di bidang pekerjaan ini, bisa lah ini jadi pertimbangan” atau “iya pak maaf, kemarin pas psikotes saya sedang sakit, ya mohon diulang psikotesnya”. Meng-up nilai atau mengulang psikotes jelas bukan sebuah keputusan yang tepat. Meninggikan nilai psikotes agar terlihat “bagus” jelas merupakan sebuah pelanggaran. Mengulang psikotes juga bukan alternative penyelesaian yang sesuai karena jelas Anda telah mengalami apa yang disebut sebagai faktor belajar apalagi jika Anda dikirim ke konsultan psikologi yang sama dengan alat tes yang sama pula. Selain itu hal ini juga dapat mengaburkan hasil psikotes itu sendiri karena Anda telah tahu pola dari psikotes yang sedang Anda hadapi. Maka hal yang paling mungkin Anda lakukan adalah melakukan tindakan prevenstif yaitu mengkomunikasikan kondisi Anda yang sebenarnya kepada perusahaan. Jadi pastikan Anda berada dalam kondisi fisik yang fit ketika sedang melaksanakan psikotes.

  • Faktor psikologis/ psikis.
Yang dimaksud dengan kondisi psikologis disini adalah kesiapan Anda secara mental dalam menghadapi psikotes. Ketika menghadapi psikotes pastikan Anda tidak sedang merasa cemas, tertekan, kondisi mood yang tidak baik atau sedang mengalami peristiwa hidup yang menyedihkan. Kondisi psikis Anda yang tidak baik saat mengerjakan materi-materi dalam psikotes akan mempengaruhi interest (minat, ketertarikan) Anda untuk mengerjakan psikotes secara sungguh-sungguh. Anda tidak termotivasi secara penuh untuk menyelesaikan serangkaian pelaksanaan psikotes tersebut. Dalam keadaan tertekan misalnya, konsentrasi Anda tidak akan sebaik ketika Anda sedang dalam kondisi yang tenang dan stabil. Padahal dalam psikotes dibutuhkan kemauan dari dalam diri Anda sendiri untuk mengeluarkan segenap potensi dan kemampuan yang tercermin dari kesungguhan Anda dalam mengerjakan psikotes tersebut. Pernah suatu ketika ada peserta psikotes yang bersikeras melakukan psikotes padahal ada keluarganya yang kecelakaan dan harus opname di Rumah Sakit. Memang saat itu ia bisa menyelesaikan semua materi yang diperlukan, namun jelas konsentrasinya tidak penuh dan lagi-lagi sangat mungkin ia mengerjakan ala kadarnya. Sekali lagi pra syarat dari pelaksanaan psikotes adalah adanya focus, konsentrasi dan kinerja otak, maka ketika secara psikis Anda merasa kurang nayaman focus dan konsentrasi Anda akan mudah beralih dan tidak bisa berfikir secara jernih dan lagi-lagi hal ini akan berpengaruh pada hasil psikotesnya. Maka seperti yang sudah disarankan di atas, komunikasikan lah hal-hal yang menyangkut kesiapan Anda baik secara fisik maupun psikis kepada perusahaan. Karena bagaimanapun kegiatan psikotesnya ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan perusahaan namun juga kebutuhan pesertanya terkait kebutuhan untuk mengaktualisasikan kemampuannya dalam hal pekerjaan.
Hal yang selanjutnya juga perlu diperhatikan adalah sikap Anda ketika psikotes. Memang psikotes membutuhkan fokus dan konsentrasi, namun sangat penting bagi Anda untuk tetapi bersikap rileks selama mengerjakan materi-materi psikotesnya. Terlalu tegang justru dapat membuat konsentrasi Anda mudah buyar dan menghilangkan fokus kerja Anda. Tetaplah bersikap tenang dan santai. Perhatikan setiap intruksi/ petunjuk yang diberikan oleh tester dan kerjakan setiap materi sesuai dengan kemampuan Anda. Percaya dengan kemampuan Anda sendiri adalah kuncinya. Be your self, melihat atau memperhatikan jawaban peserta yang lain kadang justru membuat Anda cemas dan khawatir apalagi jika Anda merasa pertanyaan yang bisa Anda jawab lebih sedikit dari jawaban peserta yang lainnya. Bekerjalah secara mandiri. Ingat, jawaban peserta yang lainnya belum tentu benar, lembar jawaban yang terisi penuh tidak berarti mereka memiliki nilai yang tinggi.
Satu hal lagi yang juga penting adalah percaya diri dan berfikir positif, karena perasaan positif akan membantu Anda dalam menghadapi psikotes. Energi positif dari dalam diri kita akan menarik energi positif pula dari luar diri kita sehingga bisa mensupport kinerja kita selama psikotes berlangsung. Jadi pastikan Anda sedang dalam kondisi psikis yang baik dan stabil saat psikotes berlangsung.

Antara persiapan fisik dan psikis, mana yang lebih penting…? Kedua hal ini saling berhubungan, maka tidak ada salahnya Anda menyiapkan keduanya. Kondisi fisik yang baik/ fit akan membuat Anda bekerja secara lebih optimal. Kondisi psikis yang baik dan perasaan positif akan membuat fisik merasa sehat/ fit dan membuat kita lebih nyaman menghadapi psikotes. Sebaliknya perasaan negatif dapat menurunkan motivasi Anda dalam menghadapi psikotes itu sendiri. Kondisi fisik yang turun juga dapat mempengaruhi konsentrasi Anda dalam menyelesaikan materi-materi psikotes. Jadi pastikan ANda dalam kondisi yang fit dan kondisi fisik yang baik pula ketika menghadapi psikotes jika Anda menginginkan hasil yang optimal dan benar-benar menggambarkan profile Anda.

Persiapan menghadapi psikotes

Seberapa seringkah anda menjalani psikotes…?
Persiapan seperti apakah yang selama ini anda lakukan sebelum psikotes…?
Apakah anda berburu buku-buku kiat menjalani psikotes sebelum benar-benar menjalaninya…?
Psikotes pada dasarnya adalah sebuah tes psikologi yang diberikan dengan suatu tujuan tertentu yang telah ditetapkan. Psikotes menyangkut semua tes yang berhubungan dengan psikologi, berupa alat diagnosa dan prognosa dari suatu fenomena yang akan diketahui. Oleh karena itu psikotes bukanlah hanya tes yang berhubungan dengan pencil-and-paper test saja, tetapi bentuk lain seperti wawancara dan observasi dapat juga digolongkan sebagai psikotes jika tujuannya untuk mengetahui suatu gejala psikologis tertentu.
Perlu diingat bahwa dalam psikotes sebenarnya membutuhkan sebuah spontanitas dan orisinalitas respon/jawaban untuk bisa menggambarkan kepribadian yang sebenarnya dalam diri Anda. Benar-benar menggambarkan profil pribadi anda berisi kelemahan dan kelebihan yang anda miliki, dan keputusan tentang anda dibuat.
Berikut tips agar anda dapat menjalankan psikotes dengan optimal:
Persiapkan diri anda secara fisik & mental. Dalam menjalankan psikotes butuh stamina yang prima. Jaga kondisi fisik, mood, istirahat yang cukup sebelum hari H.
Datang lebih awal dari waktu yang terlah ditentukan agar Anda merasa lebih tenang dalam mengerjakan soal nantinya.
Kerjakan dengan sungguh-sungguh. Bertanyalah jika belum mengerti dengan instruksi yang diberikan. Untuk beberapa tes psikologi ada batasan waktu, jadi pergunakan waktu yang diberikan dengan seefisien mungkin. Atur energi dan fokus Anda ketika mengerjakan soal-soalnya.
Jangan melihat jawaban orang lain. Kerjakan sesuai dengan kemampuan diri anda dan sesuai kepribadian anda. Psikotes sama halnya dengan pemotretan, namun psikotes menangkap profile Anda secara psikologis. Be your self adalah cara yang paling tepat sehingga hasilnya benar-benar merupakan gambaran diri anda yang sesungguhnya
Berusahalah untuk rileks dan konsentrasi pada tes. Jangan terlalu tegang, karena  dapat membuat konsentrasi anda mudah terpecah.
Positive thingking dan yakinlah dengan apa yang Anda kerjakan, jangan lupa untuk berdoa agar Tuhan senantiasa memberikan hasil yang terbaik kepada Anda.

Untuk selanjutnya perusahaan memiliki otoritas penuh pada diterima atau tidaknya anda di perusahaannya. Yang perlu diingat bahwa perusahaan membutuhkan kandidat yang sesuai dengan posisi yang diinginkan. Kalaupun anda “tidak lolos” dalam tes psikologi bukan berarti anda tidak mampu untuk bekerja diperusahaan tersebut, namun kualifikasi anda kurang sesuai dengan kualifikasi yang diinginkan perusahaan. Jadi, jangan berkecil hati kenali diri anda dan potensi yang anda miliki. Selamat berjuang!!!   ……

source : http://sinergioptima.wordpress.com/2008/12/05/persiapan-menghadapi-psikotes/

Contoh Soal Psikotest Sinonim atau Persamaan Kata

Tes psikologi, atau  Soal Psikotes adalah pengukuran terhadap beberapa aspek perilaku manusia dengan prosedur yang sesuai akan muatan yang penuh ketelitian, metode administrasi dan interpretasi. Soal psikotest banyak digunakan dalam berbagai rekrutmen pegawai swasta, seleksi pegawai BUMN dan seleksi CPNS, atau pegawai Bank, maupun PMA. Psikotest ini sering menjadi momok bagi pelamar kerja. Namun, sebenarnya test ini tidak begitu menakutkan bila si pelamar kerja rajin berlatih mengerjakan soal psikotest. Soal psikotest ini terdiri dari beberapa jenis soal antara lain, Latihan psikotes kemampuan verbal soal psikotes sinonim.
Latihan psikotes kemampuan verbalContoh Soal tes Psikotes sinonim (persamaan/padanan makna/kata) ditujukan untuk mengukur kemampuan analogis yang sangat diperlukan dalam pengambilan keputusan dan ingkat kewaspadaan dan kecermatan terhadap suatu indikasi yang sama/mirip, sekaligus mengukur wawasannya. Salah satunya, bahwa seseorang akan lebih cepat, lebih efektif, dan lebih efisien dalam mengambil keputusan/kebijakan; ketika dihadapkan pada permasalahan yang memiliki prinsip serta tipe yang sama dengan permasalahan yang pernah dihadapinya.

Contoh Soal Psikotest

Petunjuk Soal :
Pilihlah satu jawaban yang merupakan sinonim atau persamaan/padanan kata/makna yang paling tepat terhadap soal/kata yang diberikan. Ada 8 buah contoh soal dan anda diberi watu 2 menit untuk menyelesaikannya.
1. Idiot =
a. Tolol           b. Pendapat
c. Ide              d. Usul
2. Reguler =
a. Senin sampai Jumat    b. Sabtu Minggu
c. Konspirasi                     d. Teratur
3. Logis =
a. Mantap        b. Akal
c. Logos            d. Masuk Akal
4. Kleptomania =
a. Penguntit     b Pencuri
c. Peminjam    d. Langganan
5. Sindikasi =
a. Kejahatan   b. Persekutuan
c. Dugaan        d. Persaingan
6. Kreasi =
a. Rencana     b. Pemikiran
c. Ciptaan       d. Program
7. Akreditasi =
a. Persamaan   b. Kelembagaan
c. Pengakuan   d. Persyaratan
8. Daya =
a. Kaya          b. Usaha
c. Mampu     d. Kekuatan

Mengenal dan memahami Psikotes lebih jauh

Psikotes memang satu hal yang menarik untuk dibahas karena banyak orang merasa bahwa psikotes lah yang menggagalkan keinginan mereka untuk bergabung dengan sebuah perusahaan, merasa psikotes adalah satu hal yang sulit ditaklukkan dan membutuhkan persiapan special. Bagi sebagian orang psikotes merupakan satu hal yang menakutkan atau minimal membuat mereka bertanya-tanya apa yang harus dilakukan ketika menghadapinya.
Ketika mendapatkan panggilan untuk melaksanakan psikotes, beragam respon yang dikeluarkan seperti berburu buku-buku sukses melaksanakan psikotes, bertanya kepada orang yang pernah menjalaninya, bertanya kepada ahlinya (psikolog) terkait apa yang perlu dipersiapkan atau dilakukan ketika psikotes sampai meminta bocoran soal-soal psikotes yang “biasanya” diberikan.
Pertanyaannya adalah perlukan kita melakukan hal-hal tersebut sebelum menghadapi psikotes…? Karena pada umumnya orang yang sudah memahami arti dari psikotes, mereka justru tidak terlalu ribet dengan “ritual-ritual” tersebut melainkan menyiapkan fisik dan mentalnya agar bisa lebih siap dengan psikotes yang akan dihadapi. Persiapan seperti apa yang mestinya Anda lakukan bisa And abaca pada artikel kami yang lainnya. Artikel kali ini akan mencoba membahas lebih banyak mengenai psikotes itu sendiri dan mengenalkan konsep psikotes secara lebih jauh.

Apakah Psikotes Itu…??
Psikotes adalah tes yang dilakukan untuk mengukur aspek individu secara psikis. Tes ini dapat berbentuk tertulis, proyektif, atau evaluasi secara verbal yang teradministrasi untuk mengukur fungsi atau kemampuan kognitif dan emosional seseorang. Tujuan dari dilaksanakannya tes ini adalah untuk mengukur berbagai kemungkinan atas bermacam kemampuan orang secara mental dan factor-faktor yang mendukungnya, termasuk prestasi dan kemampuan, kepribadian, dan intelegensi. Jadi sederhananya, psikotes adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui gambaran seseorang mulai dari kemampuan kognitifnya, kondisi emosinya, kecenderungan-kecenderungan sikap dan hal-hal yang mempengaruhi kecenderungan tersebut. Jadi dalam psikotes, kemampuan yang diukur tidak melulu terkait dengan IQ seseorang. Selain tes IQ ada juga tes kepribadian, dan wawancara. Dari integrasi tes-tes tersebut, maka akan diperoleh gambaran mengenai orang yang di tes yang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Tes Apa Saja yang Diberikan Saat Psikotes…??
1.            Tes Intelegensi atau IQ test
Pada tes ini Anda akan dihadapkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan kemampuan intelegensi anda, seperti pemahaman masalah-masalah sehari-hari, logika perfikir, daya abstraksi, kemampuan menyelesaikan permasalahan, strategi berfikir, daya ingat, kemampuan teknis dan hal-hal lain yang terkait dengan fungsi kognitif Anda. Intinya tes ini mengukur segala sesuatu terkait potensi intelegensi Anda dan optimalisasi dari potensi tersebut saat ini.

2. Performance Test
Biasanya tes ini diberikan dalam deret Angka dimana Anda harus menjumlahkan angka-angka yang ada dalam lembar kerja Anda. Tes ini memang sering dilakukan terutama dalam setting industri. Saking seringnya diberikan, banyak orang yang melakukan trik-trik khusus untuk “membuat dirinya sukses” mengerjakan tes ini. Seperti yang banyak sekali dibahas bahwa sejatinya psikotes “mengharapkan” Anda bekerja sesuai dengan kemampuan Anda sendiri, maka menerapkan trik dalam mengerjakan soal-soal justru akan menjatuhkan diri Anda sendiri dan memberikan “stempel” negative pada diri Anda sendiri. Perlu Anda ketahui bahwa dalam beberapa materi tes, sebelum dianalisa lebih jauh maka hasil kerja Anda kan tampil dalam grafik-grafik dan bentuk grafik yang tidak alami mengindikasikan tidak alaminya cara kerja Anda. Hal ini masih didukung oleh hasil observasi dari tester yang kadang meskipun mereka “diam” tapi sebenarnya mereka mencatat perilaku Anda.

3. Personality Test
Sumber daya manusia adalah salah satu faktor yang berperan penting dalam meningkatkan kinerja perusahaan, oleh karena itu tes kepribadian menjadi satu hal yang pentig dan biasanya menjadi fokus utama daam menentukan apakah seseorang diberi kesempatan bergabung, diterima di sebuah perusahaan ataukah profile kepribadiannya kurang sesuai dengan culture perusahaan. Dalam setting industri, terdapat dua bentuk tes kepribadian yang digunakan untuk menggali karakteristik individu, yaitu tehnik proyektif dan tes inventori. Tes menggambar pohon, menggambar orang atau menggambar dengan bantuan stimulus merupakan contoh tes dengan tehnik proyektif yang bertujuan untuk melihat kecenderungan kepribadian Anda seperti kecendrungan Anda melihat diri sendiri dan lingkungan, bagaimana berinteraksi dengan lingkungan, bagaimana menghadapi situasi yang memberikan tekanan, bagaimana merespon permasalahan, konsep diri dan masih banyak hal lain. Selanjutnya materi tes yang berisi pilihan-pilihan dimana Anda diminta memilih pernyataan yang paling Anda sukai adalah bentuk tes inventori. Tes ini juga bertujuan untuk melihat kecenderungan kepribadian seseorang. Penggunaan kedua tehnik ini memang akan membuat membuat data dan informasi mengenai seseorang menjadi lebih lengkap dan gambaran orang menjadi lebih utuh. Penggunaan tes kepribadian ini memang tidak bisa dikelabui. Akan terlihat apakah seseorang sungguh-sungguh dalam mengerjakan atau tidak serius dalam pengerjakannya. Dari penjelasan diatas tampak bahwa yang diungkap dari tes kepribadian adalah kebiasaan-kebiasaan, bagaimana orang memandang masalah yang sedang ia hadapi, kondisi emosi, pola interaksi baik dengan diri sendiri maupun orang lain atau lingkungan sekitarnya, bagaimana merespon tekanan, motivasi, bahkan dari tes kepribadian ini bisa dilihat juga taraf kecerdasannya.